Kotoran Burung, Rahasia Cantik dan Awet Muda Ala Geisha di Jepang

Untuk mendapatkan paras cantik dengan menggunakan collagen atau botoks biasa dan jamak dilakukan sekarang ini. Tetapi ketika perawatan muka dilakukan dengan menggunakan kotoran burung, hal ini menjadi unik.

Geisha Facial merupakan rahasia tua kecantikan wanita Jepang yang sekarang menjadi terkenal di dunia di mana facial ini menggunakan kotoran burung sebagai bahannya. Wanita Jepang sudah lama menggunakan kotoran burung Bulbul sebagai masker pembersih untuk menghapus dandanan (make-up) yang kerap dilakukan oleh beberapa Geisha tiap malam. Hasilnya kulit menjadi lebih cerah dan kencang.

.

Kotoran Burung, Rahasia Cantik dan Awet Muda Ala Geisha di Jepang

Kandungan guanin yang ada di kotoran burung dipercayai baik sekali untuk regenerasi kulit supaya terlihat selalu berkilau. Kotoran burung itu diproses dan disterilisasi menggunakan cahaya ultraviolet untuk mematikan bakteri dan menghilangkan baunya. Salon-salon di New York dan Kanada sudah banyak yang menyediakan sarana facial dengan kotoran burung ini (Geisha Facial).

Seperti dikutip dari birdpoopfacial.com Geisha facial, disebut sebagai Rahasia Geisha, Uguisu No Fun dipakai secara luas di semua komunitas geisha sepanjang periode Edo yang berlanjut sampai jaman modern awal sesudah restorasi Meiji dan sepanjang Perang Dunia II. Saat jutaan tentara Jepang bersiap untuk perang dan meninggalkan rumah mereka, hiburan dan pemenuhan kebutuhan seksual para prajurit ini dipandang perlu oleh beberapa perwira dan jenderal tentara kekaisaran karena itu, keinginan akan geisha di luar ibu-kota Jepang bertambah dan begitupun dengan keinginan untuk Geisha Facial.

Tetapi, istilah Geisha Facial cukup salah mengerti. Karena kurang dari 10% geisha mampu membeli Uguisu No Fun dan 90% sisanya menggunakan bubuk pemutih untuk muka mereka yang mengandung timbal dan arsenik. Dengan harga 2 Koban per 1 Hyakume (sekitaran $ 1.500 Dolar AS per 375 gr di harga hari ini), Uguisu No Fun tentu saja tidak murah. Hanya geisha yang terkenal dan kuat pada periode itu yang sanggup membeli.

Karena penting untuk mempunyai kulit putih pada periode itu, geisha yang tidak sanggup membeli Uguisu No Fun memilih alternative bahan kimia yang lebih murah dengan konsekuensi mematikan yang tidak disadari selama saat itu. Kelangkaan dan ongkos tinggi dari Uguisu No Fun mengakibatkan salah satunya pemalsuan paling awalan yang terdaftar dalam riwayat kosmetik.

Kotoran burung merpati dikumpulkan, dikeringkan, dan diberi dedak padi supaya terlihat kecoklat-coklatan dan dipasarkan dengan panggilan Uguisu No Fun. Ada sebuah adegan dalam film itu, Memoirs of a Geisha di mana protagonis Chiyo Sakamoto diperankan oleh Zhang Ziyi, menambahkan kotoran merpati ke Hatsumomo (Gong Li) Uguisu No Fun sebagai balas dendam karena kekejaman yang terakhir dan mungkin karena Chiyo iri dengan Hatsumomo. statusnya sebagai geisha berpenghasilan paling tinggi waktu itu.

Sekarang ini, Perawatan Muka ala-ala Geisha Facial ditawarkan di klinik, spa, dan pusat kecantikan papan atas di penjuru dunia dan client yang umum ialah selebritis, olahragawan, politikus, dan orang kaya.


Anda tertarik coba?



Belum ada Komentar untuk "Kotoran Burung, Rahasia Cantik dan Awet Muda Ala Geisha di Jepang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel