Lagi Hamil Naik Pesawat Boleh Nggak Sih? | Resiko Naik Pesawat Bagi Ibu Hamil

Secara umum, seorang Ibu yang melakukan perjalanan ketika hamil tidaklah berbahaya. Akan lebih baik, jika sang Ibu bepergian ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua (usia kehamilan 4-6 bulan). Pada trimester ke-2 ini tubuh Ibu lebih dapat menyesuaikan diri dari berbagai kemungkinan, seperti mengalami keguguran atau persalinan prematur. karena lebih sedikit mengalami mual.

Resiko Naik Pesawat Bagi Ibu Hamil


Namun, tidak semua ibu yang sedang hamil boleh berpergian , khususnya bagi yang menderita suatu penyakit tertentu misalnya penyakit jantung, kelainan pembuluh darah atau riwayat kehamilan yang buruk sebelumnya (keguguran), karena dikawatirkan bisa terjadi keadaan yang darurat.

Kondisi setiap ibu hamil memang berbeda-beda. Ada Ibu hamil yang kuat, ada juga yang lemah. Untuk itu berapa lama durasi perjalanan serta sejauh mana perjalanan itu boleh dilakukan, kembali lagi pada kondisi ibu hamil masing-masing.

Agar tidak terjadinya gangguan pada kehamilan, ada baiknya lakukan pencegahan-pencegahan seperti berikut:
- Sebelum bepergian, sebaiknya konsultasikan dan periksa kehamilan dulu ke dokter spesialis kandungan atau bidan.
- Jangan lupa membawa semua obat dan vitamin yang diperlukan,
- Membawa catatan kesehatan/ buku kontrol antenatal dan membawa bekal berupa makanan yang sehat untuk menghindari membeli jajanan pada saat perjalanan.

Bepergian dengan pesawat tidak dianjurkan bagi ibu hamil yang memiliki riwayat gangguan pembekuan darah, anemia berat dan masalah dengan lokasi plasenta seperti adanya riwayat perdarahan berupa flek-flek di miss V sebelumnya.

Penting untuk diketahui, umumya operator penerbangan domestik menerapkan kebijakan untuk tidak mengijinkan ibu hamil naik pesawat pada saat usia kehamilan melebihi 36 minggu.

Sedangkan pada penerbangan internasional, jika usia kehamilan di atas 32 minggu maka akan dilarang naik pesawat, karena dikhawatirkan akan terjadi persalinan didalam pesawat.

Sebaiknya hindari juga naik pesawat saat usia hamil mencapai 3 bulan pertama ini karena adanya radiasi kosmik pada ketinggian tertentu yang akan membahayakan janin. Demikian pula hindari jam penerbangan yang berlebihan. Penerbangan selama 74 jam per bulan akan meningkatkan risiko keguguran.

Maka dari itu sebelum bepergian dengan pesawat dianjurkan untuk selalu membawa perlengkapan rekam medis apabila dibutuhkan perawatan medis pada saat ditempat tujuan, asuransi medis dan obat.

Untuk meminimalkan ketidaknyamanan dan bahaya selama penerbangan , pertimbangkan tips berikut;

  • Pakailah sabuk pengaman selama melakukan perjalanan. Posisikan sabuk pengaman di bawah pinggul untuk menghindari cedera pada bayi
  • Bangun dan berjalanlah di sekitar tempat duduk secara berkala khususnya pada saat melakukan perjalanan panjang. Hal ini diperlukan untuk meminimalkan reisiko pembengkakan dan pembekuan darah.
  • Pakailah stocking untuk membantu peredaran darah.
  • Sebaiknya tungkai sering diluruskan dan ditekuk selama duduk
  • Pilih tempat duduk yang lebih luas
  • Jangan lupa minum banyak cairan sebelum berangkat dan selama penerbangan. Sebab kelembaban yang rendah di kabin pesawat menyebabkan ibu hamil lebih sering dehidrasi.

Demikian ulasan perihal boleh nggaknya ibu yang sedang hamil naik pesawat. Semoga bermanfaat

Belum ada Komentar untuk "Lagi Hamil Naik Pesawat Boleh Nggak Sih? | Resiko Naik Pesawat Bagi Ibu Hamil"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel