Cara Mencegah Terjadinya Keputihan Yang Berulang

Keputihan hampir dialami oleh semua wanita. Berdasarkan data penelitian perihal Kesehatan Reproduksi Wanita menunjukkan bahwa sekitar 25 wanita di dunia pasti mengalami keputihan, minimal sekali dalam seumur hidupnya dan 45% diantara wanita tersebut bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih.

cara mencegah keputihan berulang


Ketika dalam keadaan normal, miss V akan memproduksi cairan yang berwarna bening, tidak berbau, tidak berwama dan dengan jumlah yang tidak berlebihan. Cairan yang dihasilkan miss V ini memiliki fungsi sebagai sistem perlindungan yang alami, mengurangi gesekan yang terjadi pada dinding miss V ketika berjalan atau pada saat melakukan hubungan sek--sual.

Sedangkan yang dimaksudkan dengan keputihan adalah merupakan gejala penyakit yang ditandai oleh keluarnya cairan dari organ reproduksi dan bukan berupa darah seperti halnya dalam proses menstruasi.

Keputihan yang tidak normal merupakan keputihan yang berbahaya. Keputihan tidak normal ini umumnya terjadi karena infeksi yang diakibatkan oleh kuman, bakteri, jamur atau infeksi campuran.

Rangsangan mekanis dari alat-alat kontrasepsi juga dapat mengakibatkan keputihan pada wanita sehingga mengakibatkan miss V memproduksi cairan yang berlebihan. Pada tipe keputihan jenis ini, cairan yang keluar dari miss V umumnya berwarna kuning kehijauan, dan biasanya disertai oleh rasa gatal serta bau menyengat tak sedap.

Keputihan normal ditemukan pada bayi baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari, yaitu akibat pengaruh hormon estrogen ibu terhadap rahim dan miss V janin, saat janin masih didalam kandungan. Perempuan dewasa apabila ia dirangsang waktu berhubungan intim dan ketika mengalami menstruasi yang pertama kali.

Alat genital wanita sebenarnya memiliki sistem mekanisme pertahanan tubuh berupa bakteri yang menjaga kadar keasaman pH vagina. Tingkat keasaman pada miss V dalam kondisi normal berkisar antara 3,8 hingga 4,2. Sebagian besar, hingga 95 % adalah bakteri laktobasilus dan selebihnya adalah bakteri pathogen yang menimbulkan penyakit.

Pada saat ekosistem miss V dalam keadaan seimbang, bakteri patogen yang terdapat di dalam miss V tidak akan mengganggu. Masalah baru akan muncul pada saat tingkat keasaman miss V ini turun alias lebih besar dari 4,2. Bakteri bakteri laktobasilus gagal menandingi dominasi bakteri patogen, sehingga akan tumbuh jamur dan kemudian terjadilah keputihan.

Dari data penelitian mengenai kesehatan reproduksi wanita menyimpulkam bahwa terdapat 75% wanita di dunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% di antaranya bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih.

Keputihan juga dapat disebabkan oleh penggunaan pakaian yang terlalu ketat dan atau celana terbuat dari bahan sintesis. Pakaian yang dikenakan dalam kondisi basah, misalkan dipakai setelah melakukan olah raga, akan semakin cepat memicu pertumbuhan jamur, dan akhirnya akan menimbulkan keputihan


Penggunaan spray atau deodoran untuk miss V juga patut untuk diwaspadai karena rentan mengubah tingkat keasaman vagina. Faktor lain yang dapat memicu timbulnya keputihan adalah kelelahan dan stress, dan ini merupakan problem yang umum dialami oleh wanita yang tinggal di kota kota besar dengan tingkat kemacetan, tekanan dalam pekerjaan serta masalah sosial lainnya.

Ironisnya wanita yang tinggal di perkotaan sekalipun justru seringkali merasa malu untuk mengunjungi dokter, sehingga tidak sedikit yang memiliki anggapan bahwa keputihan merupakan hal wajar dialami setiap wanita dan tidak perlu diobati. Padahal keputihan bisa menjadi tanda tanda awal dari penyakit yang lebih berat, seperti vaginal candidiasis, gonorrhea, chlamydia, kemandulan hingga kanker leher rahim.

Apabila tidak segera mendapatkan pengobatan, keputihan akan menimbulkan komplikasi antara lain penyakit radang panggul yang berlarut-larut serta dapat mengakibatkan kemandulan, yang diakibatkan oleh kerusakan dan tersumbatnya saluran telur.

Keputihan juga dapat diakibatkan oleh hal hal yang lain seperti adanya benda asing misalnya kotoran tanah yang menempel pada anak anak saat bermain atau tertinggalnya kondom atau benda lain yang digunakan pada saat berhubungan badan.

Wanita menopause juga dapat mengalami keputihan, hal ini dikarenakan sel-sel dari vagina mengalami hambatan dalam pematangan sel akibat sudah tidak diproduksinya hormon estrogen sehingga miss V menjadi kering, sering timbul rasa gatal karena tipisnya lapisan sel, sehingga mudah luka dan timbul infeksi penyerta.

Yang paling penting adalah ketika suatu keputihan sudah tidak dapat diobati dengan pengobatan biasa (antibiotika dan anti jamur) Anda harus waspada dengan kemungkinan timbulnya penyakit keganasan seperti kanker leher rahim, yang ditandai dengan cairan banyak, bau busuk, dan sering disertai darah tak segar.

Untuk mencegah keputihan yang terjadi berulang, sudah selayaknya wanita harus selalu menjaga kebersihan alat kelamin luar. Hal ini sebagai upaya yang sangat penting untuk dilakukan dalam mencegah timbulnya keputihan dan juga mencegah Penyakit Menular Seksual (PMS).


Pencegahan Keputihan Yang Berulang

Untuk mencegah timbulnya keputihan yang berulang, Anda dapat melakukan hal berikut ini:


  • Usahakan kulit di area alat kelamin dan sekitarnya agar tetap bersih dan kering, karena kulit yang lembab /basah dapat menimbulkan iritasi dan memudahkan tumbuhnya jamur dan kuman penyakit. Anda dapat menggunakan handuk atau tisu untuk mengeringkan area di sekitar miss V Anda.
  • menggunakan pakaian dalam yang bersih dan kering
  • Menghindari menggunakan pakaian ketat
  • Sering mengganti pembalut pada saat datang bulan.
  • Pastikan ketika cebok dari arah depan ke arah belakang, agar tidak terjadi infeksi yang diakibatkan oleh mikroorganisme yang berasal dari anus/dubur.
  • Pastikan ketika cebok dari arah depan ke arah belakang, agar tidak terjadi infeksi yang diakibatkan oleh mikroorganisme yang berasal dari anus/dubur.
  • Jangan terlalu sering melakukan douche (mencuci/membilas) vagina dengan larutan antiseptik dapat merugikan, karena akan menghilangkan cairan vagina yang normal dan dapat mematikan bakteri alamiah didalam vagina. Keadaan ini pula akan lebih merangsang pengeluaran cairan vagina.
  • Hindari pemakaian deodoran, bahan spermisidal atau bahan lain yang dimasukkan ke dalam miss V yang dapat mengakibatkan timbulnya alergi dan iritasi pada miss V, sehingga dapat menimbulkan keputihan.
  • Cuci bagian luar miss V hanya menggunakan air biasa dan sabun yang netral

Demikian ulasan cara mencegah terjadinya keputihan yang berulang, semoga bermanfaat.

2 Komentar untuk "Cara Mencegah Terjadinya Keputihan Yang Berulang"

  1. tanyatugas.com22 Oktober 2019 02.51

    Hay blog admin
    tulisan yang sudah anda buat sungguh-sungguh bagus
    dalam hal menstruasi ini, ane harap semoga orang yang telah membaca
    mendapatkan pengetahuan yang baru sesudah membacanya tulisan ini
    jangan pernah stop bikin post ya dan juga konsisten pertahankan mutu tulisan agan

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel